I2N1kFkXLmYCBOZ6s5go4R78sqBXKaymujCVzajD

Cari di Sini

Gambar tema oleh Igniel

Laporkan Penyalahgunaan

Navigation menu

Usaha Ternak Sapi Bikin Warga Banyuwangi Beli Motor dan Bayar Hutang

Usaha Ternak Sapi Bikin Warga Banyuwangi Beli Motor dan Bayar Hutang

kerjasama ternak sapi, sapi banyuwangi, ekonomi banyuwangi, titip ternak sapi, bisnis sapi, investasi sapi, usaha ternak sapi, usaha sapi, keuntungan ternak sapi, cara beternak sapi, penggemukan sapi potong, usaha penggemukan sapi, usaha ternak sapi manual, bisnis ternak sapi, bisnis penggemukan sapi, investasi sapi perah, bisnis sapi perah, bisnis sapi potong,
Sapi peternak Banyuwangi dapatkan pelayanan kesehatan

BANYUWANGI SELABAR.id - Gubuk berukuran 10 meter kali 8 meter berdiri di samping jalan berpaving menuju sawah pinggir Kelurahan Boyolangu, Kecamatan Giri, Banyuwangi. Ahmad (42) mengaduk rumput hijau di sebuah kotak kayu, sementara bunyi bel dan lenguhan sapi di depannya beradu dengan gemericik sungai di belakang kandang. Dari titip ternak sapi seperti itu, dia berhasil membeli 2 motor baru dan melunasi utang-utangnya. 

Usaha sapi itu setidaknya sudah delapan tahun Ahmad kerjakan sebagai kegiatan sambilan merawat milik orang atau kerjasama ternak dengan skema gaduh seperti itu. Setiap tahun seekor sapi yang dirawatnya melahirkan dan anaknya diberikan bergantian kepada sang pemilik dan perawat.

Keuntungan ternak sapi berupa Jupiter, Mio dan pelunasan utang yang dia hasilkan sebelumnya, berasal dari penjualan 4 ekor anak sapi dari bagi hasil gaduh. Investasi sapi oleh pemilik sapi yang dipelihara Ahmad juga mendapatkan 4 anak sapi dari kerjasama ternak sapi itu.

"Karena butuh uang cepat jadi dijual, tidak dirawat sendiri dijadikan indukan baru," kata Ahmad, Selasa 16 Juni 2020. 

Rumput di ladang dan kebun-kebun desa melimpah hingga tak ada kebingungan dalam memenuhi pakan sapi. Ahmad mampu mengurusi pemberian obat cacing sapi rutin, sementara pemberian vitamin, pengobatan penyakit dan proses kelahiran mengandalkan bantuan mantri hewan. 

Usaha ternak sapi itu menghabiskan waktu Ahmad sekitar 4 jam setiap hari untuk mengumpulkan rumput dan membersihkan kandang, belum termasuk jaga malam bersama peternak lainnya. Gubuk yang dia gunakan dengan seorang teman untuk memelihara masing-masing seekor sapi itu salah satu dari 3 kandang dalam deretan pinggir kali. Di RT tempat tinggalnya terdapat 70 ekor sapi yang hampir semua dirawat dengan skema kerjasama gaduh. 

"Biasanya dititipkan sudah siap kawin. Anak pertama diberikan ke pemilik sapi, nanti anak kedua untuk saya," kata Ahmad lagi. 

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kabid Keswan dan Kesmavet) Dinas Pertanian (Disperta) Banyuwangi Nanang Sugiharto mengatakan sapi yang biasa dibeli untuk dirawat secara gaduh biasanya betina yang siap kawin. Yakni berusia 2 tahun yang juga berarti sudah bisa melahirkan di tahun berikutnya.

Sementara anak sapi kualitas super yang berusia 3 bulan sudah bisa dijual dengan harga Rp 10 sampai 12 juta yang jantan dan Rp 7 sampai 8 juta untuk betina. Dia mengatakan selama setahun peternak Banyuwangi menghasilkan 42 ribu anak sapi yang 30 ribu di antaranya dijual keluar. 

"Komunitas orang Banyuwangi itu senangnya betina, jarang memelihara yang jantan. Jadi jantan dan betina keluar, tapi betina-betina yang bagus tetap stay di Banyuwangi, jadi bibit selanjutnya," kata Nanang setelah pelayanan kesehatan hewan terpadu di Kelurahan Boyolangu, Selasa 16 Juni 2020.

Dia mengatakan produktivitas maupun jumlah populasi di Banyuwangi terbilang tinggi bahkan surplus. Saat ini populasi sapi di Banyuwangi sebanyak 148 ribu ekor, 90 ekor di antaranya betina dan sekitar 70 ribu ekor sedang aktif beranak setiap tahun.  

Cara beternak sapi masyarakat Banyuwangi memang masih tradisional, meskipun begitu mereka bisa melakukan upaya-upaya kesehatan ternaknya. Selain itu kondisi indukan dan kelimpahan pakan berkualitas bagus menjadi faktor sapi-sapi di Banyuwangi produktif. 

"Kalau makanannya kurang bagus juga, produktivitasnya akhirnya dikawin ya tidak jadi jadi, misalnya seperti itu," kata Nanang lagi. 

kerjasama ternak sapi, sapi banyuwangi, ekonomi banyuwangi, titip ternak sapi, bisnis sapi, investasi sapi, usaha ternak sapi, usaha sapi, keuntungan ternak sapi, cara beternak sapi, penggemukan sapi potong, usaha penggemukan sapi, usaha ternak sapi manual, bisnis ternak sapi, bisnis penggemukan sapi, investasi sapi perah, bisnis sapi perah, bisnis sapi potong
Petugas Disperta Banyuwangi Berikan Vitamin Sapi

Usaha ternak sapi di Banyuwangi tetap masih memiliki tantangan dimana telah ditemukan penyakit cacing hati atau Fasciola, pada sapi-sapi kurban hari raya Idul Adha. Pihaknya tengah memetakan kecamatan mana saja yang populasi sapinya terjangkit penyakit tersebut. 

Caranya dengan memberikan pelayanan kesehatan terpadu gratis pada 400 sapi masing-masing kecamatan di 7 kecamatan. Dalam kegiatan itu mereka memberikan vitamin, salep mata, vaksin dan obat-obatan untuk sapi yang sakit. 

Selain itu mereka mengambil sampel kotoran dan darah masing-masing sapi untuk dites kemungkinan penyakitnya termasuk cacingan. Dampak bila terkena Fasciola, sapi tetap kurus meskipun makannya banyak sehingga produksi daging terhambat. 

"Sehingga petanya kelihatan, karena Fasciola kan gampang sekali menularnya, dari air minum, dari jilatan dan lain sebagainya. Kalau penyakitnya ada di daerah A, harus kita edukasi ternaknya harus diberi obat cacing (lebih sering)," kata Nanang lagi. 

Bisnis ternak Banyuwangi sebagaimana di Jawa Timur yang telah lama surplus tetap memiliki produktivitas tinggi dari tahun ke tahun. Dengan langkah-langkah dukungan pemerintah pada penyelesaian masalah Fasciola, diharapkan produksi daging karena bertambah gemuknya sapi di kabupaten ujung timur Jawa itu semakin meningkat yang juga mendukung ekonomi banyuwangi.


Baca Juga
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Posting Komentar

Total Kunjungan Bulanan